Vero, Aplikasi Pesaing Instagram

Aplikasi Vero tengah marak dipromosikan oleh beberapa selebgram ternama di dunia.Meskipun nama Vero memang masih cukup asing di telinga. Tapi belakangan, aplikasi ini mendadak viral dan digadang akan menjadi penantang kuat Instagram.

Vero adalah jejaring sosial bagi siapa saja yang mencintai sesuatu untuk berbagi dan menginginkan kontrol atas siapa mereka membaginya. Sama seperti yang kita lakukan dalam kehidupan nyata.

Menurut data dari analis aplikasi, Sensor Tower, jumlah pengguna Vero meningkat pesat dalam seminggu terakhir. Per harinya, jumlah unduhan dan pengguna Vero meningkat hingga 500.000 kali. Bagai kejatuhan bulan, jumlah ini tentu saja menjadikan Vero sebagai salah satu aplikasi populer. Bahkan dalam waktu seminggu, Vero dinobatkan sebagai aplikasi media sosial terpopuler pertama di App Store AS. Padahal sebelumnya, Vero hanya menempati urutan ke-45.

Bertambahnya jumlah pengguna Vero tak lepas dari promosi yang dilakukan pengguna mereka lewat Instagram. Pada sejumlah postingan, mereka mengajak pengguna lain untuk mencoba aplikasi berbagi foto itu. Naiknya popularitas Vero bahkan sempat membuat sistem jejaring sosial ini down. Sejumlah pengguna dikabarkan tidak bisa mengakses aplikasi lantaran kapasitasnya sudah melebihi batas.

Berikut adalah 5 Fakta terkait aplikasi baru nan sensasional ini.

  1. Popularitas yang Meroket Secara Mendadak
    Menurut data dari analis aplikasi, Sensor Tower, jumlah pengguna Vero meningkat pesat dalam seminggu terakhir. Per harinya, jumlah unduhan dan pengguna Vero meningkat hingga 500.000 kali Jumlah ini tentu saja menempatkan Vero sebagai salah satu aplikasi populer. Hal ini terbukti dari pergerakan sekejap yang dialami oleh aplikasi baru ini. Dalam waktu seminggu, Vero bahkan dinobatkan sebagai aplikasi media sosial terpopuler pertama di App Store AS mengalahkan pemain lama seperti Facebook dan Instagram. Hal ini tentu saja terasa mengejutkan mengingat sebelumnya, Vero hanya menempati urutan ke-45 dalam daftar top apps di App Store.
  2. Saking viralnya server Vero sempat down
    Popularitas yang naik begitu pesat dari jumlah pengguna Vero ini dikarenakan satu dan banyak hal lainnya. Salah satu yang menjadi penyokong utamanya tentu saja kekuatan word of mouth. Meroketnya nama Vero tak terlepas dari promosi yang dilakukan pengguna mereka lewat Instagram. Pada sejumlah postingan, banyak selebgram yang mengajak pengguna lain untuk mencoba aplikasi berbagi foto itu. Naiknya popularitas Vero bahkan sempat membuat sistem jejaring sosial ini down. Sejumlah pengguna dikabarkan tidak bisa mengakses aplikasi lantaran kapasitasnya sudah melebihi batas.
  3. Diciptakan oleh Orang Lebanon
    Meskipun baru viral, jangan anggap Vero adalah aplikasi yang baru lahir kemarin sore. Vero sendiri adalah aplikasi yang diciptakan dari tahun 2015. Berbeda dari aplikasi lainnya yang tenar di dunia maya, Vero sendiri tidak dicetuskan oleh warga Amerika Serikat. Vero yang mengusung tagline “jadi diri sendiri” ini dicetuskan oleh Ayman Hariri Ayman adalah seorang pebisnis sekaligus putra dari mantan Perdana Menteri Libanon Rafik Hariri Menurut Informasi yang dihimpun dari Mashable, aplikasi ini sengaja ia buat lantaran tidak puas dengan layanan Instagram dalam mengelola informasi pengguna. Faktor utama yang menjadikannya berniat untuk membuat Vero adalah masalah terkait algoritma di Instagram.
  4. Memiliki sistem algoritma yang berbeda dari aplikasi Instagram
    Vero memiliki sistem Algoritma Instagram versi jadul. Seperti yang diketahui sebelumnya, tahun lalu, Instagram mengubah algoritma cara menampilkan postingan di linimasa. Awalnya, aplikasi Instagram menampilkan kiriman berdasarkan waktu. Namun belakangan, Instagram lebih mengutamakan postingan dari akun yang lebih banyak diakses. Konsep inilah yang tidak akan ditiru Vero. Vero tetap menyajikan kontennya sesuai dengan kronologi yang ada. Berbeda pula dengan Instagram, para pengguna dapat memilih siapa yang melihat kontennya. Seperti halnya dengan Path, Vero memberikan penggunanya untuk leluasa membagi akun yang di-follow menjadi empat kelompok: teman dekat (Close friends) , teman (friends), kenalan (acquaintances) dan pengikut (followers).
  5. Vero adalah aplikasi berbayar
    Berbeda dengan aplikasi media sosial lainnya, Vero tidak menggunakan iklan atau sokongan dari sponsor untuk membiayai operasional mereka. Aplikasi mereka murni berbasiskan antar user seperti halnya Path tanpa melibatkan akun korporasi-korporasi besar di Instagram. Imbasnya, Vero pun mendapatkan pendanaan dari sumber lainnya.
  6. Jutaan pengguna pertamanya akan mendapatkan akses gratis di Vero
    Meski berbayar, ada kabar yang cukup menggembirakan bagi kamu yang berminat untuk menggunakan aplikasi Vero. Pasalnya, dalam waktu beberapa bulan dari awal peluncurannya, jutaan user awal akan mendapatkan akses gratis dari Vero untuk seumur hidup. Harga langganan sendiri akan mulai diterapkan bila jumlah penggunanya melebihi angka tertentu. Sebelumnya, Vero hanya mempromosikan akun gratis bagi 1 juta pengguna awalnya. Namun, karena antusiasme masyarakat yang tinggi, angka 1 juta tersebut begitu mudah ditembus.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *