Tips Mempromosikan Desain Grafis Anda

Sebagus apa pun suatu produk atau jasa, tetap akan sia-sia jika tidak ditunjang dengan promosi yang baik. Ini berlaku pula bagi desainer komunikasi visual, khususnya yang berstatus sebagai freelancer. Sekeren apa pun skill dan karya kita, bukankah akan percuma jika tidak mampu menjualnya? Buat apa skill dan karya kita, jika tidak ada orang yang tahu?
Di sinilah peran strategi promosi. Melalui strategi yang tepat, bisnis desain kita akan mampu meraih kesuksesan. Bukan hanya sekadar membuat nama kita dikenal, namun juga  mampu membuat kita mendapatkan kesempatan untuk mencapai target pesanan pengerjaan proyek.

  1. Membuat Projec Fiksi
    Projek fiksi bisa dijadikan jalan awal agar kamu terbiasa memperlakukan projek nyata dengan cara yang benar. Yang paling simpel adalah projek redesign. Terkadang kita gatal melihat desain (website atau print), daripada ngedumel atau mencerca lebih baik kamu membuat desain versi kamu sendiri. Itu akan lebih efektif dan secara otomatis akan menambah pundi-pundi portofolio kamu. Walaupun ini projek fiksi tapi perlakukan ibaratnya kamu mendapatkan projek sungguhan atau dengan kata lain kerjakan semuanya dengan maksimal.
  2. Post Portofolio di Sosial Media
    Nah ini adalah rumah kedua bagi kamu desainer grafis selain di blog/website pribadi kamu. Kamu akan bertemu dengan teman-teman seperjuangan kamu yang akan saling memberikan feedback terhadap desain kamu.
  3. Jual Karya Secara Offline
    Ada banyak website yang bisa dijadikan tempat untuk menjual berbagai karya desain, seperti Envato, Etsy dan Threadless. Selain untuk menjual karya desain, website-website tersebut bisa juga dimanfaatkan sebagai tempat memamerkan portofolio. Jadi, di samping mendapatkan passive incomedari hasil penjualan, kita pun mendapat tambahan media promosi melalui karya-karya tersebut.

    Baca Juga : Hal Yang Harus Diperhatikan Dalam Mendesain Website

  4. Manfaatkan Website
    Manfaatkan website pribadi dan situs portofolio online seperti Behance, Dribble, Kreavi, dan Indonesia Kreatif untuk menyimpan portofolio kita selama ini. Dengan memanfaatkan website dan situs-situs portofolio tersebut, maka karya kita berpeluang untuk dilihat oleh banyak orang. Bayangkan jika yang melihat portofolio kita tersebut adalah desainer lain yang ingin mengajak berkolaborasi atau klien potensial yang mencari desainer.
  5. Bersosialisasi
    Langkah yang terakhir ini walaupun kecil tapi memiliki  efek yang sangat besar. Ke tujuh langkah diatas tidak akan berguna jika kamu tidak bersosialiasi dengan pembaca, publik, dan teman. Mulailah dari yang paling mudah yaitu memberikan komentar di blog lain (blog walking) atau memberikan komentar pada jejaring sosial khusus desain seperti Deviantart. Kemudian membalas pesan dari pembaca blogweb, jejaring sosial, hingga ke pertemuan offline (biasa kita kenal dengan istilah “kopdar” atau kopi darat). Disana kamu akan bertemu dengan orang-orang yang seprofesi dengan kamu dan mungkin juga mereka akan menawarkan kamu untuk mengerjakan suatu projek.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *