Penghasilan Para Pembuat Aplikasi atau Software

Di dunia yang sudah sangat canggih seperti sekarang ,pasti sudah tidak asing dengan kata “aplikasi” dan “software”. Dua kata yang biasa kita pakai untuk membicarakan sebuah tools, game, atau program yang berguna di gadget kita. Mendengar dua kata tersebut lumrah terdengar di zaman sekarang. Ada begitu banyak pilihan aplikasi mobile yang tersedia baik dari Apple, Google, atau pun Microsoft. Dari sekian banyak pilihan tersebut, sebagian besar dari Anda tentunya akan lebih memilih aplikasi yang gratis.

Rasa bangga dan bahagia  jika bisa membuat aplikasi yang berguna. Apalagi jika aplikasi itu dipakai orang banyak. Oleh karena itu biasanya aplikasi tersebut bersifat gratis. Alasan kedua adalah uang. Ada berbagai cara mendapatkan uang dari sebuah aplikasi yang berhasil dibuat.

  1. Pemisahan Regular dengan Premium Apps
    Beberapa aplikasi gratis menawarkan aplikasi versi berbayar untuk fitur yang lebih lengkap. Pertama-tama, user diberikan kenyamanan dengan fungsi yang menarik dari aplikasi versi gratis. Setelah itu, user kemudian disodorkan link untuk upgrade menggunakan aplikasi berbayar di mana user bisa memperoleh experience yang lebih dalam dengan fitur lebih banyak dan menarik.
  2. Iklan
    Selain bermain pada fitur tambahan, aplikasi juga banyak mengandalkan alternatif ini untuk mendapatkan uang. Cara ini memang dirasa menyebalkan untuk kebanyakan user. Untuk itu, biasanya apps yang menggunakan alternatif ini adalah apps yang sudah memiliki banyak downloads di mana user sudah banyak tergantung terhadap app tersebut.
  3. In-App Purchase
    Kalau Anda biasa menggunakan aplikasi game, Anda pasti akan familiar dengan strategi ini sebab cara ini ramai digunakan dalam aplikasi permainan. Aplikasi biasa disediakan dengan gratis. Namun, user biasanya ditawarkan untuk membeli fitur seperti koin, gems/diamonds atau pun karakter game untuk menunjang permainan mereka. Mirip seperti pemisahan aplikasi regular dengan premium, strategi ini memanfaatkan ketergantungan atau kecanduan user terhadap apps-nya.
  4. Transaksi Informasi

    Beberapa aplikasi menjual informasi yang diadapatkan dari users untuk ditawarkan kepada perusahaan. Data seperti alamat email dapat berguna bagi perusahaan untuk bahan analytics di mana mereka dapat mencari tahu informasi seperti ketertarikan customer melalui data tersebut.

  5. Donasi

    Layaknya investor, banyak juga apps yang mengandalkan dana dari donasi; baik donasi perorangan tetap atau pun donasi user yang secara sukarela mau menyumbangkan dana untuk pengembangan apps. Messanging app seperti Telegram Messanger yang bebas iklan dan fitur berbayar mengandalkan donasi tetap perorangan dari Pavel Durov pemilik firma Digital Fortress. Pada kenyataannya tidak sedikit juga ada apps yang tidak ditujukan untuk mencari keuntungan.

    Read More : Penggunaan Aplikasi Mobile

  6. Investor
    Banyak apps developer yang ingin menjaga citra aplikasinya dan menjaga kepuasan users dengan menghindari adanya iklan atau fitur berbayar. Biasanya, mereka mencari investor yang tertarik untuk mendanai aplikasi mereka. Pada kenyataannya, memang banyak juga investor yang mau membiayai developer. Sebagai contoh, Whatsapp pada mulanya sebelum dibeli oleh Facebook mengandalkan dana dari investor.
  7. Partnership
    Aplikasi bisa juga melakukan partnership dengan aplikasi lain atau e-commerce untuk mempromosikan layanan mereka. Bentuk partnership ini memang cukup bervariasi. Sebagai ilustrasi, users dapat “membeli” lagu untuk karaoke di Smule dengan menukarkan poin. Poin-poin tersebut dikumpulkan melalui menonton iklan, mengikuti kuis, atau mendownload aplikasi lain yang tentunya sudah menjalin partnership dengan Smule.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *