Panduan Belajar Desain Grafis

Pekerjaan desain grafis menuntut pemahaman terhadap esensi dunia visual dan seni (estetika). Sebab desain grafis menerapkan elemen-elemen dan prinsip-prinsip desain (komposisi) dalam memproduksi sebuah karya visual. Desain grafis menerapkan beberapa prinsip, yakni: Kesederhanaan, Keseimbangan, Kesatuan, Penekananan, dan Repetisi. Sedangkan elemen-elemen yang diusungnya meliputi Garis, Bentuk, Ruang, Tekstur, dan Warna. Dan pada akhirnya sang penikmat karya visual akan memberikan penilaian, seperti apa yang dikatakan Kant: Nilai Estetis dan Nilai Ekstra. Nilai estetis diperoleh melalui penggunaan elemen-elemen dan prinsip-prinsip. Sedangkan nilai ekstra muncul: gerakan (animasi), percepatan, lambaian, suasana panas, atmosfer tenang dan lain sebagainya.

  1. Belajar Teori dan Aturan Dasar Desain Grafis

    Desain grafis adalah seni terapan yang ditujukan untuk mengkomunikasikan pesan. Ada teori dan aturan-aturan dasar yang harus dipelajari untuk mencapai pemahaman mendalam tentang desain grafis. Salah satu pelajaran mendasar adalah mengenal prinsip dasar dari desain grafis (basic principle of graphic design). Salah satu desainer terkenal asal Australia, Jacob Cass, dalam artikelnya sangat menyarankan untuk mempelajari teori dasar desain grafis sebagai pondasi dasar dalam berkarya.

  2. Belajar Software Grafis

    Setelah memahami fungsi dan penggunaan elemen dasar desain grafis, kamu perlu belajar bagaimana mengeksekusi karya tersebut menggunakan software grafis. Ada banyak sekali aplikasi grafis yang tersedia saat ini, mulai dari yang berbayar sampai yang gratisan. Untuk menciptakan karya berbasis vector, kamu bisa menggunakan Adobe Illustrator dan CorelDRAW. Keduanya adalah software berbayar. Aplikasi sejenis juga ada yang gratis, yaitu InkScape. Aplikasi ini cukup lumayan dan bisa jadi alternatif jika kamu kesulitan untuk membeli software berbayar. Untuk aplikasi editing gambar berbasi raster, saat ini yang paling populer adalah Photoshop. Alternatifnya adalah pixelmator, software sejenis yang dikhususkan untuk operating system Macintosh. Ada pula software-software pendukung seperti 3ds max dan cinema 4d untuk membuat pola grafis berformat tiga dimensi.

    Baca Juga : Memulai Belajar Desain

  3. Menjadi Kolektor

    Jika kamu serius ingin menjadi desainer grafis, sudah saatnya kamu menjadi kolektor karya-karya desain. Koleksi tersebut dengan sendirinya akan membuat kita mendapatkan asupan inspirasi untuk berkarya. Mulai saja dengan mengumpulkan karya-karya desain sederhana seperti flyer, brosur, kartu nama, poster, majalah, dll. Lanjutkan dengan berselancar di internet dan bookmark situs-situs desain grafis dan inspirasi. Situs jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter juga sangat bagus untuk tetap up to date mengamati perkembangan terbaru dari komunitas desain diseluruh dunia.

  4. Memahami Fungsi Desain Grafis

    Desainer grafis sejatinya adalah pemecah masalah (problem solver). Masalah datangnya dari klien dan desainer grafis ditunjuk untuk memecahkan masalah tersebut sesuai terapan ilmu dan pengalaman yang dimiliki. Interaksi antara klien dan desainer ini kemudian mengharuskan desainer grafis untuk memiliki berbagai aspek pendukung lain seperti sikap mental, kemampuan berkomunikasi dan presentasi, kemampuan mengidentifikasi masalah, dsb.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *