Alasan Google Berinvestasi di Gojek

Asia Tenggara, terutama Indonesia, adalah pasar yang amat besar dan menggiurkan untuk aplikasi layanan transportasi seperti Go-Jek. Pun bagi Google untuk ikut berinvestasi.

Jumlah pengguna internet dan tingkat penetrasi yang relatif cepat menjadi alasan mengapa Google memperbesar investasi mereka di Indonesia, termasuk dengan menanam modal pada perusahaan rintisan (startup) aplikasi layanan transportasi (ridesharing), Go-Jek.

Menurut Internet World Stats, Indonesia kini berada di peringkat ke-5 dalam daftar pengguna internet terbanyak, dengan jumlah 132.700.000 pengakses internet hingga 30 Juli 2017. Hanya kalah dari Tiongkok, India, Amerika Serikat, dan Brasil.

Pertumbuhan pengguna internet di Indonesia juga mencapai angka 6.500 persen sejak tahun 2000. Tulisan Sengupta tersebut sekaligus mengonfirmasi kabar yang beredar sejak dua pekan lalu bahwa raksasa teknologi dari Amerika Serikat itu adalah salah satu dari lima investor yang ikut dalam penggalangan dana investasi sebesar US $1,2 miliar (Rp16,12 triliun).

Hasil gambar untuk Alasan Google berinvestasi di Go-Jek

Masuknya Google, menurut seorang sumber kepada Nasdaq, mengerek nilai pasar Go-Jek ke angka US $4 miliar (sekitar Rp53,75 triliun pada kurs saat ini).

Sementara itu, dalam pernyataan resmi yang dikutip BBC Indonesia (30/1), Go-Jek menyatakan bahwa Google tertarik untuk berinvestasi karena model bisnis Go-Jek yang unik.

“Google berinvestasi di Go-Jek juga karena ingin belajar dari kesuksesan Go-Jek dalam mengembangkan UMKM di Indonesia,” tulis manajemen Go-Jek, yang tak mengumumkan nilai investasi Google.

Selain itu, menurut mereka, kerja sama dengan salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia akan membuka kesempatan bagi Go-Jek untuk belajar mengenai praktik bisnis terbaik, alih pengetahuan, dan mempercepat inovasi di perusahaan tersebut.

Mengenai inovasi, Go-Jek saat ini memang sedang terus mengembangkan bisnisnya di luar ridesharing, terutama Go-Pay. Layanan pembayaran digital ini diperkirakan banyak pengamat justru bakal menjadi jantung utama dari bisnis Go-Jek pada masa datang.

Baca Juga :  Fitur GIF di Stories Instagram

“Go-Jek dipimpin sebuah tim manajemen Indonesia yang kuat dan memiliki rekam jejak yang baik dalam penggunaan teknologi untuk membuat hidup lebih nyaman bagi masyarakat di seluruh wilayah Indonesia,” tulis Sengupta.

“Investasi ini membuat kami bekerja sama dengan juara lokal dalam ekosistem rintisan yang berkembang di Indonesia, sekaligus memperdalam komitmen kami kepada ekonomi internet Indonesia.”

Google, yang untuk pertama kalinya menanamkan modal langsung pada startup Indonesia, tidak mengumumkan berapa dana yang mereka investasikan. Menurut sumber Reuters, dari total suntikan dana US $1,2 miliar pada putaran investasi itu, kontribusi Google mencapai US $100 juta (sekitar Rp1,3 triliun).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *